Minggu, 12 Februari 2012

Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) {by;fitri }

Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI)

Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Gedung Direksi Pelaksana Gelora Bung Karno Lantai 2
Jl. Pintu I Senayan, Jakarta
Telp : (021) 70622733
Fax : (021) 5731493
Email.: pbpjsi@plasa.com
Website: http://www.judo-ind.com
 
Judo mulai dikenal di Indonesia sejak tahun 1942 ketika tentara Jepang mulai menduduki Indonesia. Pada hari-hari tertentu tentara Jepang berlatih Judo di lingkungan asramanya, lama kelamaan tentara Jepang bergaul dan bersahabat dengan orang-orang lingkungan asrama tentara Jepang, maka orang Indonesia yang menjadi sahabat dekat tentara Jepang ikut berlatih Judo dan dipilih betul-betul sangat selektif dengan tujuan jangan sampai membahayakan keberadaan tentara Jepang di Indonesia pada waktu itu.

      Pada tahun 1949 berdiri perkumpulan Judo pertama di Jakarta bernama "Jigoro Kano Kwai" yang di pimpin oleh J.D. Schilder (orang Belanda). Perkumpulan tersebut berlatih di gedung YMCA, jalan Nusantara, Jakarta. Anggota perkumpulan Judo tersebut terdiri dari berbagai lapisan antara lain Pelajar, Mahasiswa, Umum, ABRI, anak-anak, orang dewasa, pria dan wanita. Selain belajar Judo mereka juga belajar Jiujitsu (salah satu jenis beladiri Jepang) yang merupakan induk dari olahraga Judo. Pada waktu itu perkumpulan-perkumpulan Judo yang masih berdiri sendiri-sendiri atau belum ada organisasi yang lebih besar yang menaunginya.

      Pada tanggal 20 Mei 1955, didirikan perkumpulan Judo yang diberi nama "Judo Institute Bandung" (JIB) oleh Letkol Abbas Soeriadinata, Mayor Uluk Wartadireja, Letkol D. Pudarto, Pouw Tek Siang, dengan pelatih Tok Supriadi (orang Jepang).

      Pada tanggal 25 Desember 1955 dibentuk organisasi Judo Indonesia yang diberi nama Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) sebagai organisasi Judo tertinggi di Indonesia, yang mengatur dan mengelola kegiatan Judo secara Nasional maupun Internasional. Pada tahun itu juga PJSI telah diakui oleh Komite Olympiade Indonesia sebagai Top Organisasi Judo di Indonesia. Pada tahun yang sama Indonesia secara resmi mendaftar dan diterima sebagai anggota International Judo Federation (IJF) yang menjadi organisasi Judo tertinggi di dunia.

      Tahun 1957, Judo untuk pertama kalinya diikut sertakan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) IV di Makasar, Sulawesi Selatan sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan. Tahun 1958 - 1959, ketua Komisi Tekhnik Persatuan Judo Indonesia Djakarta (PJID) yaitu Dachjan Elias, Dan IV berangkat ke negara Jepang untuk memperdalam pengetahuan olehraga Judo. Sekembalinya dari Jepang ia segera mengamil langkah-langkah untuk menggiatkan organisasi, sehingga dalam waktu satu tahun terbukti organisasi PJID lebih dikenal oleh masyarakat Judo termasuk di daerah-daerah di luar Jakarta.

      Tahun 1960, PJSI akhirnya melakukan pendekatan kepada PJID untuk berfusi menjadi satu organisasi. PJID menyambut dengan tangan terbuka ajakan PJSI karena hal itu yang ditunggu-tunggu dan telah menjadi cita-cita dari PJID sejak awal didirikannya. Dalam Kongres ke II tanggal 20 Desember 1960 di Bandung, dibentuklah satu PJSI baru yang merupakan gabungan dari PJSI lama dan PJID dengan susunan pengurus bangsa Indonesia didalamnya. Setalah bergabung maka hanya ada satu organisasi saja yaitu PJSI dengan kemajuan-kemajuan yang pesat.

      Tahun 1961, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) ke V di Bandung diikuti oleh pejudo-pejudo pilihan dari berbagai macam daerah yang tadinya tidak pernah ada kesempatan untuk ikut bertanding. Jago baru muncul dan bibit penuh bakat nampak mengesankan, sebagai juara I pada waktu itu adalah Soedjono yang mewakili dari daerah Riau.

      Tahun 1962, dalam Asian Games IV di Jakarta Judo tidak termasuk olahraga yang dipertandingkan tetapi bersifat demonstrasi. Perhatian masyarakat terhadap Judo waktu itu sangat besar. Indonesia berhasil menduduki tempat kedua dalam beregu setelah jepang sebagai negara asal dari olahraga beladiri ini. Tahun 1964, Pejudo Indonesia turut serta dalam persiapan Olympiade 1964 di Tokyo, Jepang. Tahun 1966, Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) mengadakan Kongresnya di Jakarta. Pada tahun ini juga Pejudo Indonesia ikut serta dalam GANEPO ASIAN ke I di Kamboja yang hasilnya sebagai berikut :
1.    Anton Darmadja Juara III kelas bulu
2.    Fanny Setiawan Atmadja Juara III kelas ringan
3.    Tony Atmadjaja Juara III kelas menengah
4.    Pieter Rusdhan Tandjono Juara III kelas berat
Tahun 1967, Indonesia ikut dalam Kejuaraan Judo Se-Asia di Manila, Philipina, dipimpin oleh Dachjan Elias. Hasilnya antara lain :
1.    Tony Atmadjaja Juara III kelas menengah
2.     Paulus Prananto Juara III kelas berat.
Pada tahun 1967 juga pejudo Indonesia ikut serta dalam Universiade di Tokyo, Jepang dimana Indonesia berhasil memperoleh medali perunggu yang merupakan satu-satunya medali bagi kontingen Indonesia yang direbut oleh Tony Admadjaja dalam kelas bebas.

      Tahun 1968, PJSI yang berkembang dengan baik serta mendapat dukungan positif, dan bersama daerah-daerah/Komda-Komda mengadakan Kongres ke IV, bersamaan dengan diadakan kejuaraan Nasional. Pada bulan Oktober 1968, Indonesia sebagai anggota Judo Federation Of Asia diundang untuk hadir dalam Kongres JFA ke II di Tokyo, Jepang.

      Tahun 1969, pada bulan Agustus/September diadakam Pekan Olahraga Nasional (PON) ke VII di Surabaya, cabang olahraga Judo dipertandingkan.

      Tahun 1970, pada bulan Mei, Indonesia menghadiri Kongres ke IV, Judo Federation Of Asia yang sekarang menjadi Judo Union Of Asia (JUA). Pada saat itu juga diadakan kejuaraan Judo se Asia ke II, bertempat di Taipeh, Taiwan. Dalam pertandingan Judo perorangan, Indonesia berhasil merebut mendali perunggu pada kelas ringan dipersembahkan oleh pejudo Johannes Hardjasa. Sedangkan dalam beregu Indonesia berhasil merebut Juara III.

      Tahun 1971, Indonesia mengikuti kejuaraan dunia di Ludwighafen, Jerman Barat dan mengikuti Kongres International Judo Federation (IJF). Dalam kejuaraan dunia Indonesia diwakili oleh empat pejudo yaitu : 1.    Tony Atmadjaja kelas ringan dan kelas berat,  2.    Fanny Atmadjaja kelas menengah,  3.    Hendri Atmadjaja kelas menengah,  4.    Iswandi Setiawan kelas ringan. Indonesia termasuk dalam "16 Besar" untuk kelas ringan, yaitu urutan ke 12.

      Tahun 1972, bulan Agustus/September, PJSI mengikuti Kongres IJF di Muenchen, Jerman Barat. Utusan Indonesia adalah ketua harian PJSI yaitu Soedjono. Tahun 1973, diselenggarakan PON ke VIII di Jakarta dari tanggal 4-15 Agustu. Judo termasuk cabang olahraga yang dipertandingkan dalam PON sampai sekarang.

      Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa olahraga Judo di Indonesia sudah lama dikenal dan digemari oleh masyarakat. Perkembangan Judo di Indonesia cukup pesat baik dari segi organisasi dan prestasi para pejudo sudah dapat di banggakan dan sudah dapat berbicara di tingkat Internasional sejak tahun 1960-an sampai sekarang.

      PJSI terus menerus mengikuti kegiatan Judo baik di tingkat Asia Tenggara, Asia, maupun tingkat Dunia seperti Olympiade. Sukses yang paling banyak diraih pejudo Indonesia adalah dalam Sea Games, beberapa kali para pejudo Indonesia merebut medali emas terbanyak Sea Games. Para pejudo Indonesia yang pernah mencatat prestasi yang baik di arena pertandingan Internasional setelah para pendahulunya yang disebutkan diatas, antara lain : Ferry Pantaow, Anton Hartono, Yono Budiono, Raymond Rochili, Haryanto Chandra, Djumantoro, Elly Amalia, Eni, Fenni Pantouw, Ida Irianti Kandi, Bambang Prakasa dan lain-lain. Pejudo Indonesia yang menonjol prestasinya tahun 1990-an sampai sekarang antara lain : Krisna Bayu, Dwi, Pieter, Wayan, Maya, Aprilia, Syanti, Tati, Ira Mayasari dan lain-lain. Organisasi PJSI digarap dengan cermat oleh Kwartet H. Muchdi, Dachjan Elias, Soedjono dan Hamidin RH. Pimpinan tertinggi atau ketua umum pernah di jabat oleh H. Muchdi, LetJen TNI Wismoyo Arismunandar, Mayjen TNI Hendro Priyono dan sejak tahun 2003 sampai sekarang dijabat oleh Ir. MP Simatupang.

      Tahun 1970, dalam masa kepemimpinan Ir. Soehoed yang waktu itu menjabat Menteri Perindustrian, mulai dilakukan TC jangka panjang untuk pejudo-pejudo muda potensial dan di bangun pusat pelatihan Judo Nasional di Ciloto, termasuk Hotel Lembah Pinus, sekaligus sebagai cabang olahraga pertama di Indonesia yang memiliki fasilitas latihan sendiri yang terbaik saat itu.

      Tahun 1990-an, pada masa kepemimpinan Letjen TNI Wismoyo Arismunandar, yang waktu itu menjabat Kastaf TNI AD, tempat para pejudo Indonesia ditempa di Ciloto diperluas lagi dengan membangun Padepokan Judo Indonesia (PJI). Pada waktu itu prestasi Judo Indonesia khususnya di Asia Tenggara (Sea Games) selalu berhasil merebut medali emas terbanyak dan olahraga Judo semakin banyak diminati masyarakat di Indonesia.
SUSUNAN PERSONALIA PENGURUS BESAR PERSATUAN JUDO SELURUH 
INDONESIA (PB. PJSI) MASA BAKTI 2007-2011



   
Berdasar Surat Kepuusan Ketua Umum KONI No. :  66 Tahun 2007



   
Tentang



   
Pengukuhan Personalia Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia
(PB. PJSI) Masa Bakti 2007 - 2011



   
Dewan Kehrmatan : 1 Jend. TNI (Purn) Soerono  


2 Ir. A.R. Soehoed  


3 Jend. TNI (Purn) Wismoyo Arismunandar  


4 Jend. TNI (Purn) A.M. Hendropriyono  


5 Ir. M. P. Simatupang  


6 Prof. Dachjan Elias  


7 Ir. R. Sudjono  


8 Tony Atmadjaya  


9 Atang M. Noors  


10 Sinyo Welirangan  



   
Pembina : 1 Jend. TNI Joko Santoso  


2  Komjen Pol. Bambang Hendarso  



   
Dewan Guru :
Edy Soeyoso  
Wakil :
Robert Hartono  
Anggota : 1  Rudy Rapar  


2 Prawoko  


3 Anshar Ahsan  


4 Sultan Wahid  



   
Ketua Umum :
George Toisutta  



   
Wakil Ketua Umum :
Jacky Ully  



   
Staff Khusus : 1 Tsuneo Sengkono  


2 H.M. Iqbal Latanro  


3 Yuke E. Susiloputro  


4 Anthony  


5 Karseno  


6 Dewa Putu Agata  


7 Gunadika  


8 Hendri Ngadimin  


9 Zulkarnaen Daud  


10 Rudiman Saleh  


11 Margas Chan  


12 Aditya Mufti Arifin  


13 Syarif Saleh Alkadri  


14 Harry Waluyo  


15 MB. Hutagalung  


16 Yorry Y. Worang  


17 Burhanudin  
Sekretaris Jenderal :
Moeldoko  
Wakil Sekretaris Jenderal I :
Sadik Algadri  
Wakil Sekretaris Jenderal II :
Gatot Nurmantyo  



   
Bendahara  :
Boyke W. Mukijat  
Wakil Bendahara I :
Aji Koesmantri  
Wakil Bendahara II :
Erick Setiadi  



   
Bidang Umum :

   
Ketua :
Bachtiar  
Wakil Ketua I :
H. A. M. Arsyad Mattahiat  
Wakil Ketua II :
Zaedun  



   
Seksi Humas :

   
Ketua

Drajat Tirtayasa :
Wakil Ketua I :
Teddy Laksmana  
Wakil Ketua II :
Adri Sulasmi  
Wakil Ketua III :
Paulus Leonardi  



   
Seksi Hubungan daerah :

   
Ketua :
Cahyo Purwanto  
Wakil Ketua :
Karel Butar Butar  



   
Seksi Hubungan Luar Negeri :

   
Ketua :
Bayu Fadlan  
Wakil Ketua :
Fajar Kameswara S.  



   
Komisi Disiplin :

   
Ketua :
Sudirman  
Wakil Ketua I :
Pujawati  
Wakil Ketua II :
Amin Pambudi  



   
Seksi Perlengkapan :

   
Ketua :
Ahmad Halim  
Wakil Ketua I :
Linia Tri Hastuti  
Wakil Ketua II :
Bayu Sadono  



   
Bidang Pembinaan Prestasi :

   
Ketua :
Iswanda Sutanto  
Wakil Ketua I :
Irwan Prakarsa  
Wakil Ketua II :
Iman Rochenda  



   
Seksi Perwasitan  :

   
Ketua :
Darmawan Prakarsa  
Wakil Ketua :
Joesef Darmawan  



   
Seksi Pelatihan/TC :

   
Ketua :
Perry Pantouw  
Wakil Ketua :
Ni Made Suyudani  
Seksi Pertandingan :

   
Ketua :
Hendry Yuzano  
Wakil Ketua :
Indriandi Kusnadi  



   
Bidang Litbang  :

   
Ketua :
Andi Abdul Kadir  
Wakil Ketua I :
Ahmed Pantja  
Wakil Ketua II :
Eddy Pantouw  



   
Seksi Prestasi :

   
Ketua :
Iin Sutanto  
Wakil Ketua I :
Ricki  
Wakil Ketua II :
Hanni Rono Sulistio  



   
Seksi Pemasalan :

   
Ketua :
Putu Armika  
Wakil Ketua I :
Iwan Yuniar  
Wakil Ketua II :
Veny Pantouw  



   
Sekretariat - Elly Amalia  


- Nursaf  


- Hambali  


- Sunar

Persatuan Senam Indonesia (PERSANI) {by;fitri }

Persatuan Senam Indonesia (PERSANI)

Persatuan Senam Indonesia (PERSANI) Didirikan tanggal 14 Juli 1963

Alamat :

Gd. Latihan Senam Gelora Bung Karno
Jl. Pintu I Stadion Tenis Senayan
Jakarta 10270
Telp & Fax. : 5735375
Email.: persani@cbn.net.id, sulaemanasep@yahoo.com
Website: -
 





SUSUNAN PERSONALIA PENGURUS BESAR 
PERSATUAN SENAM  INDONESIA 
(PB. PERSANI)  MASA BAKTI 2010-2014

       

       
Pelindung   :  -  Menteri Negara Pemuda & Olahraga

     -  Ketua Umum KONI
Dewan Kehormatan      -  H. Mohammad Hasan

     -  H. Zulkifli Nurdin

     -  H. Rusli Zainal, SE

       
Ketua Umum   :   Ir. Suardi MT
Sekretaris Jenderal   :   Yudi Wahyu Utomo
Wakil Sekretaris Jenderal I   :   Wartati Furqon
Wakil Sekretaris Jenderal II   :   Achmad Mawardi Madjid

       
Bendahara       Femmy Yuliana,S.Ak
Bidang Pembinaan Prestasi :        
 - Ketua   :   Dr. R.P.M. Junusul Hairy, MS., AIFO
 - Wakil Ketua   :   Dian Widjaya Kesumawati Arifin, SE
Komisi Tekhnik Artistik Putra   :   Drs. Indra Sibarani, MM
 - Kepelatihan Artistik Putra   :   Sekhim Hadisuyanto
 - Perwasitan Artistik Putra   :   Drs. Pepen Apendi
Komisi Tekhnik Artistik Putri   :   Murdhasih
 - Kepelatihan Artistik Putri   :   Sherly Novitasari,S.Or
 - Perwasitan Artistik Putri   :   Prof. Dr. Tandiyo Rahayu, M.Pd
Komisi Teknik Ritmik   :   Farida Abubakar Afif
 - Kepelatihan Ritmik   :   Yulianti
 - Perwasitan  Ritmik   :   Dr. Linda Darnela, M.Pd
Komisi Teknik Aerobik   :   Erna Wahyo
 - Kepelatihan Aerobik   :   Drs. Sugito Adiwarsito
 - Perwasitan  Aerobik   :   Dra. Jasperin Ramona Nanletta
Komisi General Gymnastic   :   Desy Syafitri Rusdi
Bidang Organisasi   :  -  dr. Priyatno Swasono

     -  Dr. W. Widyawati Rahayu, MA
Bidang Dana   :  -  Drs. Deddy Kusnidar, M.Pd

     -  Drs. Rusdi Rochim Majid
Bidang Litbang & IPTEK   :  -  Mansur,MS

     -  Abdul Aziz Hakim, M.Or
Hubungan Luar Negeri   :  -  Dr. Sonny Iskandar

     -  Lanny Erlina Poulet
Bidang Sarana & Prasarana   :  -  Drs. Sudjihadi Reksowiredjo

       
Bidang Kesehatan   :  -  dr. Isna Indrawati, M.Sc

     -  Drg. Miranti Roesbar
Bidang Humas/media/promosi   :  -  Rini Nur Widodo

      Cynthia Monique Sulilatu

      Sri Wahyuni Siregar

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) {by:fitri }

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI)

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Didirikan pada 19 April 1930
Stadion Utama Gelora Bung Karno Pintu X-XI, Senayan
P.O.Box 2305 JAKARTA 10023
Tel : (+62-21) 570 4762
Fax : (+62-21) 573 4386
Email.: pssi@pssi-football.com
Website: http://www.pssi-football.com
 
PSSI (Persatuan Sepakbola seluruh Indonesia ) yang dibentuk 19 April 1930 di Yogyakarta. Sebagai organisasi olahraga yang dilahirkan di Zaman penjajahan Belanda, Kelahiran PSSI betapapun terkait dengan kegiatan politik menentang penjajahan. Jika meneliti dan menganalisa saat- saat sebelum, selama dan sesudah kelahirannya, sampai 5 tahun pasca Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, jelas sekali bahwa PSSI lahir, karena dibidani politisi bangsa yang baik secara langsung maupun tidak, menentang penjajahan dengan strategi menyemai benih – benih nasionalisme di dada pemuda-pemuda Indonesia.
•  Awal Mula Berdirinya PSSI
PSSI didirikan oleh seorang insinyur sipil bernama Soeratin Sosrosoegondo. Beliau menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Teknik Tinggi di Heckelenburg, Jerman pada tahun 1927 dan kembali ke tanah air pada tahun 1928. Ketika kembali ke tanah air Soeratin bekerja pada sebuah perusahaan bangunan Belanda “Sizten en Lausada” yang berpusat di Yogyakarta. Disana ia merupakan satu – satunya orang Indonesia yang duduk dalam jajaran petinggi perusahaan konstruksi yang besar itu. Akan tetapi, didorong oleh jiwa nasionalis yang tinggi Soeratin mundur dari perusahaan tersebut.
Setelah berhenti dari “Sizten en Lausada” ia lebih banyak aktif di bidang pergerakan, dan sebagai seorang pemuda yang gemar bermain sepakbola, Soeratin menyadari sepenuhnya untuk mengimplementasikan apa yang sudah diputuskan dalam pertemuan para pemuda Indonesia 28 Oktober 1928 (Sumpah Pemuda) Soeratin melihat sepakbola sebagai wahana terbaik untuk menyemai nasionalisme di kalangan pemuda, sebagai tindakan menentang Belanda.
Untuk melaksanakan cita – citanya itu, Soeratin mengadakan pertemuan demi pertemuan dengan tokoh – tokoh sepakbola di Solo, Yogyakarta dan Bandung . Pertemuan dilakukan dengan kontak pribadi menghindari sergapan Polisi Belanda (PID). Kemudian ketika diadakannya pertemuan di hotel kecil Binnenhof di Jalan Kramat 17, Jakarta dengan Soeri – ketua VIJ (Voetbalbond Indonesische Jakarta) bersama dengan pengurus lainnya, dimatangkanlah gagasan perlunya dibentuk sebuah organisasi persepakbolaan kebangsaan, yang selanjutnya di lakukan juga pematangan gagasan tersebut di kota Bandung, Yogya dan Solo yang dilakukan dengan tokoh pergerakan nasional seperti Daslam Hadiwasito, Amir Notopratomo, A Hamid, Soekarno (bukan Bung Karno), dan lain – lain. Sementara dengan kota lainnya dilakukan kontak pribadi atau kurir seperti dengan Soediro di Magelang (Ketua Asosiasi Muda).
Kemudian pada tanggal 19 April 1930, berkumpullah wakil – wakil dari VIJ (Sjamsoedin – mahasiswa RHS); wakil Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (BIVB) Gatot; Persatuan Sepakbola Mataram (PSM) Yogyakarta, Daslam Hadiwasito, A.Hamid, M. Amir Notopratomo; Vortenlandsche Voetbal Bond (VVB) Solo Soekarno; Madioensche Voetbal Bond (MVB), Kartodarmoedjo; Indonesische Voetbal Bond Magelang (IVBM) E.A Mangindaan (saat itu masih menjadi siswa HKS/Sekolah Guru, juga Kapten Kes.IVBM) Soerabajashe Indonesische Voetbal Bond (SIVB) diwakili Pamoedji. Dari pertemuan tersebut maka, lahirlah PSSI (Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia) nama PSSI ini diubah dalam kongres PSSI di Solo 1950 menjadi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia yang juga menetapkan Ir. Soeratin sebagai Ketua Umum PSSI.
Begitu PSSI terbentuk, Soeratin dkk segera menyusun program yang pada dasarnya “menentang” berbagai kebijakan yang diambil pemerintah Belanda melalui NIVB. PSSI melahirkan “stridij program” yakni program perjuangan seperti yang dilakukan oleh partai dan organisasi massa yang telah ada. Kepada setiap bonden/perserikatan diwajibkan melakukan kompetisi internal untuk strata I dan II, selanjutnya di tingkatkan ke kejuaraan antar perserikatan yang disebut “Steden Tournooi” dimulai pada tahun 1931 di Surakarta .
Kegiatan sepakbola kebangsaan yang digerakkan PSSI , kemudian menggugah Susuhunan Paku Buwono X, setelah kenyataan semakin banyaknya rakyat pesepakbola di jalan – jalan atau tempat – tempat dan di alun – alun, di mana Kompetisi I perserikatan diadakan. Paku Buwono X kemudian mendirikan stadion Sriwedari lengkap dengan lampu, sebagai apresiasi terhadap kebangkitan “Sepakbola Kebangsaan” yang digerakkan PSSI. Stadion itu diresmikan Oktober 1933. Dengan adanya stadion Sriwedari ini kegiatan persepakbolaan semakin gencar.
Lebih jauh Soeratin mendorong pula pembentukan badan olahraga nasional, agar kekuatan olahraga pribumi semakin kokoh melawan dominasi Belanda. Tahun 1938 berdirilah ISI (Ikatan Sport Indonesia), yang kemudian menyelenggarakan Pekan Olahraga (15-22 Oktober 1938) di Solo.
Karena kekuatan dan kesatuan PSSI yang kian lama kian bertambah akhirnya NIVB pada tahun 1936 berubah menjadi NIVU (Nederlandsh Indische Voetbal Unie) dan mulailah dirintis kerjasama dengan PSSI. Sebagai tahap awal NIVU mendatangkan tim dari Austria “Winner Sport Club “ pada tahun 1936.
Pada tahun 1938 atas nama Dutch East Indies, NIVU mengirimkan timnya ke Piala Dunia 1938, namun para pemainnya bukanlah berasal dari PSSI melainkan dari NIVU walaupun terdapat 9 orang pemain pribumi / Tionghoa. Hal tersebut sebagai aksi protes Soeratin, karena beliau menginginkan adanya pertandingan antara tim NIVU dan PSSI terlebih dahulu sesuai dengan perjanjian kerjasama antara mereka, yakni perjanjian kerjasama yang disebut “Gentelemen's Agreement” yang ditandatangani oleh Soeratin (PSSI) dan Masterbroek (NIVU) pada 5 Januari 1937 di Jogyakarta. Selain itu, Soeratin juga tidak menghendaki bendera yang dipakai adalah bendera NIVU (Belanda). Dalam kongres PSSI 1938 di Solo, Soeratin membatalkan secara sepihak Perjanjian dengan NIVU tersebut.
Soeratin mengakhiri tugasnya di PSSI sejak tahun 1942, setelah sempat menjadi ketua kehormatan antara tahun 1940 – 1941, dan terpilih kembali di tahun 1942.
Masuknya balatentara Jepang ke Indonesia menyebabkan PSSI pasif dalam berkompetisi, karena Jepang memasukkan PSSI sebagai bagian dari Tai Iku Kai, yakni badan keolahragaan bikinan Jepang, kemudian masuk pula menjadi bagian dari Gelora (1944) dan baru lepas otonom kembali dalam kongres PORI III di Yogyakarta (1949).
•  Perkembangan PSSI
Pasca Soeratin ajang sepakbola nasional ini terus berkembang walaupun perkembangan dunia persepakbolaan Indonesia ini mengalami pasang surut dalam kualitas pemain, kompetisi dan organisasinya. Akan tetapi olahraga yang dapat diterima di semua lapisan masyarakat ini tetap bertahan apapun kondisinya. PSSI sebagai induk dari sepakbola nasional ini memang telah berupaya membina timnas dengan baik, menghabiskan dana milyaran rupiah, walaupun hasil yang diperoleh masih kurang menggembirakan.
Hal ini disebabkan pada cara pandang yang keliru. Untuk mengangkat prestasi Timnas, tidak cukup hanya membina Timnas itu sendiri, melainkan juga dua sektor penting lainnya yaitu kompetisi dan organisasi, sementara tanpa disadari kompetisi nasional kita telah tertinggal.
Padahal di era sebelum tahun 70-an, banyak pemain Indonesia yang bisa bersaing di tingkat internasional sebut saja era Ramang dan Tan Liong Houw, kemudian era Sucipto Suntoro dan belakangan era Ronny Pattinasarani.
Dalam perkembangannya PSSI sekarang ini telah memperluas jenis kompetisi dan pertandingan yang dinaunginya. Kompetisi yang diselenggarakan oleh PSSI di dalam negeri ini terdiri dari :
•  Divisi utama yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain yang berstatus non amatir.
•  Divisi satu yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain yang berstatus non amatir.
•  Divisi dua yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain yang berstatus non amatir.
•  Divisi tiga yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain yang berstatus amatir.
•  Kelompok umur yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain:
•  Dibawah usia 15 tahun (U-15)
•  Dibawah usia 17 tahun (U-170
•  Dibawah Usia 19 tahun (U-19)
•  Dibawah usia 23 tahun (U-23)
•  Sepakbola Wanita
•  Futsal.
PSSI pun mewadahi pertandingan – pertandingan yang terdiri dari pertandingan di dalam negeri yang diselenggarakan oleh pihak perkumpulan atau klub sepakbola, pengurus cabang, pengurus daerah yang dituangkan dalam kalender kegiatan tahunan PSSI sesuai dengan program yang disusun oleh PSSI. Pertandingan di dalam negeri yang diselenggarakan oleh pihak ketiga yang mendapat izin dari PSSI. Pertandingan dalam rangka Pekan Olahraga Daerah (PORDA) dan pekan Olah Raga Nasional (PON). Pertandingan – pertandingan lainnya yang mengikutsertakan peserta dari luar negeri atau atas undangan dari luar negeri dengan ijin PSSI.
Kepengurusan PSSI pun telah sampai ke pengurusan di tingkat daerah – daerah di seluruh Indonesia . Hal ini membuat Sepakbola semakin menjadi olahraga dari rakyat dan untuk rakyat. Dalam perkembangannya PSSI telah menjadi anggota FIFA sejak tanggal 1 November 1952 pada saat congress FIFA di Helsinki. Setelah diterima menjadi anggota FIFA, selanjutnya PSSI diterima pula menjadi anggota AFC (Asian Football Confederation) tahun 1952, bahkan menjadi pelopor pula pembentukan AFF (Asean Football Federation) di zaman kepengurusan Kardono, sehingga Kardono sempat menjadi wakil presiden AFF untuk selanjutnya Ketua Kehormatan.
Lebih dari itu PSSI tahun 1953 memantapkan posisinya sebagai organisasi yang berbadan hukum dengan mendaftarkan ke Departement Kehakiman dan mendapat pengesahan melalui SKep Menkeh R.I No. J.A.5/11/6, tanggal 2 Februari 1953, tambahan berita Negara R.I tanggal 3 Maret 1953, no 18. Berarti PSSI adalah satu – satunya induk organisasi olahraga yang terdaftar dalam berita Negara sejak 8 tahun setelah Indonesia merdeka.
SUSUNAN PERSONALIA PENGURUS PUSAT
PERSATUAN SEPAKBOLA SELURUH INDONESIA (PP. PSSI) 
MASA BAKTI 2007-2011
_______________________________








KOMITE EKSEKUTIF :






Ketua Umum :
Drs. H. A. M. Nurdin Halid
Wakil Ketua Umum

Nirwan D. Bakrie, MBA.
Bendahara :
Drs. Hamka Yandhu, YR.
Anggota : 1 Drs. H. Ibnu Munzir BW.



2.    Andi Darussalam Tabusalla 



3.    H. Subardi



4.    Muh. Zein, SH., MH.



5.    Kaharuddin Syah, Msi.



6.    Gita Wirjawan



7.    Mafirion



8.    Iwan Budianto 
KOMITE TETAP.


Organisasi & Litbang :


Ketua :
Drs. H. Ibnu Munzir
Wakil Ketua :
Hardi Maksud
Anggota : 1 Triyadi Mulkan, SH.



2.    Ir. Ashar Romli, MSc.



3.    Anton Sihombing
Keamanan & Medis : :
Andi Darussalam Tabusalla
Ketua :
Ashar Suryobroto, Msi.
Wakil Ketua :
dr. Sonny Tobing
Anggota






Kompetisi.  :
H. Subardi
Ketua :
Haruna Soemitro
Wakil Ketua :
Patrick Octavianus
Anggota














Etika & Fairplay


Ketua :
Muh. Zein, SH, MA.
Wakil Ketua :
Drs. H. Ramli, MM.
Anggota : 1 Hinca Pandjaitan, SH, MH.



2.    Adjie Massaid



3.    Syarifuddin Suding, SH.
Legal :


Ketua :
Kaharuddin Syah, M.Si.
Wakil Ketua :
Syarief Bastaman, SH, MH.
Anggota : 1 Edison Betaubun, SH.



2.    Dr. Irianto Baso Ence, SH.



3.    M. Amil Shadiq Arsjad Pana, SH, MH.
Status & Ahli Status Pemain :


Ketua :
Iwan Budianto
Wakil Ketua :
Ferry Paulus
Anggota : -




Marketing & Promosi :


Ketua :
Gita Wirjawan
Wakil Ketua :
Erick Tohir
Anggota : 1 Denny Basri



2.    Yoseph Revo



3.    M. Yasir
Media :


Ketua  :
Mafirion
Wakil Ketua  :
Monica Desideria
Anggota : 1 Tubagus Adi



2.    Livie Allow, S.Sos. M.Si.
Internal Audit :


Ketua :
Drs. Agus Suryadi
Wakil Ketua :
Harijon
Anggota :
Bambang Irianto




Badan-Badan PSSI :


Badan Tim Nasional Indonesia (BTNI)


Ketua :
Rahim Sukasah
Wakil Ketua :
Hamka B. Kady












Manajer :


Umum :
Demis Djamaoeddin
Tehnik :
Iswadi Idris
Adm & Keuangan :
Ir. M. Chandra Solehan




Tim Monitoring : 1 Iswadi Idris



2. Ronny Patinasarani



3. Risdianto




Badan Liga Sepakbola Indonesia (BLI) :


Ketua  :
Andi Darussalam Tabusalla
Wakil Ketua :
Rugandi Soemadipradja
Direktur Kompetisi :
Ir. Joko Driyono
Direktur Umum :
Kokoh Afiat




Manajer :


Adm. Kompetisi :
Azwan Karim
Legal :
Tigor Salom Boboy, SH.
Adm & Keuangan :
Indratiawarman, SE.
Umum :
John Halmahera
Pelaksana Pengawas


Pertandingan :
Djadja Mudjahidin




Badan Liga Sepakbola Amatir Indonesia (BLAI) :


Ketua :
H. Subardi
Wakil Ketua :
Ir. Bakti Setiawan
Direktur Kompetisi :
M. Achwani
Direktur Pembinaan :
Ronny Patinasarani
Direktur Sepakbola Wanita :
Ny. Eha Habibah Ardi
Direktur Umum :
Triyandi Mulkan




Manajer :


Adm. Kompetisi :
Wahyudi Mustafa, SE.
Legal :
Sofwan Nickita, SE.
Adm. & Keuangan :
Jaka Fachrudin, SE.
Pembinaan Usia Muda :
Raymond, SE.
Sepakbola Wanita :
Livie Allow, S.Sos, Msi.
Sepakbola Pantai :
Ganesa
Logistik :
Budi Hardjo




Badan Industri Sepakbola Indonesia (BISNI) :


Ketua :
Gita Wirjawan
Wakil Ketua :
Erick Tohir
Direktur Komersial :
Herman Ago
Direktur Bisnis Development :
Hasani Abdulgani
Direktur Umum :
Abdul Aziz Halid, SE, MM.
Manajer :


Promosi & Marketing :
Fachri R. Sinaga
Media & Broadcast :
Ginung Pratigima
Pengembangan Usaha :
Adhi Prasetyo
Public Relations :
Toto Darmadji
Event Serveces :
Febri Momor
Adm & Keuangan :
Entin Rustini
Legal :
Hakim Kamaruddin, SH.




Badan Informasi & Teknologi Indonesia (BITI) :


Ketua :
Drs. H. Ibnu Munzir BW.
Wakil Ketua :
Drs. H. Ambya B. Boestam
Direktur  :
Ir. Syauqi Suratno, MM.
Manager :


IT & Usaha :
M. Faqih, St.
Pengelola Data :
Ir. Sudjoko Sumaryono
Pengembangan Usaha :
Drs. Suaib Didu
Adm & Keuangan :
M. Idris




Badan Pelatih Sepakbola Indonesia (BPSI)


Ketua :
Muh. Zein, SH., MA.
Wakil Ketua :
Emron Pangkapih
Direktur :
Jopie Leepel




Manajer


Diklat :
R. Sumaryadi
Legal & Pendataan :
Muhardi
Litbang :
Drs. Imam Syafei




Badan Perwasitan Sepakbola Indonesia (BWSI)


Ketua :
Kaharuddin Syah, M.Si.
Wakabid. Penugasan :
Brigjen (Pur) Ashar Suryobroto, M.Si.
Wakabid. Pengawasan :
Habil Marati
irektur :
Mayjen (Pur) I.G.K. Manila
Manajer


Diklat :
Mulyana Subandi
Penugasan Wasit :
Bambang Irianto
Penugasan PP :
Benyamin Leo Betty
Pengawasan Wasit :
Kol. (CAJ) Drs. Bernanrd Limbong, SH, MH.
Pengawasan :
Arce Lopis
Badan Hubungan Luar Negeri (BHLN)


Ketua  :
Surya Dharma Tahir
Wakil Ketua :
Theo Waimuri
Direktur :
Adrian Djamaoeddin




Manajer


Hub. Regional Asia :
Dr. Imran Hanafi, MA.
Hub. Internasional :
M. Oheo Sinapoy, SE, MBA.
Legal :
Teguh Maramis, SH.




Badan Futsal Indonesia (BFI)


Ketua  :
J. Cemby Hutapea
Wakil Ketua :
Yerico Y. Umbas
Direktur Kompetisi :
Denny V. Lumbong
Direktur Pembinaan :
Suharyanto
Direktur Umum :
Patilatu
Manajer


Adm Kompetisi :
Ricky Johannes
Legal :
Drs. R. Hadimartono, SH.
Pembinaan Usia Muda :
Judo Hadijanto
Futsal Wanita :
Papat Yunisal
Adm. & Keuangan :
Puji Heru Wardoyo
Logistik :
Ir. Achmad Zaki Amiruddin




Badan-Badan Yudisial


Komisi Disiplin


Ketua :
Ir. Togar Manahan Nero
Wakil Ketua :
Kol. (CAJ) Drs. Bernanrd Limbong, SH., MH.
Anggota : 1 Ir. Joko Driono


2 Alfred, SH.


3 M. Nigara
Komisi Banding


Ketua :
Rusdi Taher, SH., MH.
Wakil Ketua :
Kol. (POM) Dodik Widjanarko
Anggota : 1 Triyadi Mulkan, SH,. MM.


2 Dr. Faisal Abdullah, SH, MSi,. DFM.


3 Sophar Maru Hutagalung
Sekretariat Jenderal


Sekretaris Jenderal :
Nugraha Besoes




Deputy


Deputi Bid. Org. & Kelembagaan :
Hamka B. Kadi
Deputi Bidang Keuangan :
Drs. Achmanul Qosasi
Deputi Bidang Umum :
Ir. Irawan Adjidarmo
Deputi Bid. Sarana &Prasarana :
Ir. Timmy Setiawan




Direktur


Dir. Organisasi & Kelembagaan  :
Wahyudi Mustafa, SE.
Direktur Status & Alih Status :
Max Boboy, SH.
Direktur Adm & Keuangan :
Aziz Halid
Direktur Personalia & Logistik :
Idrus Hamid
Direktur Perencanaan & Media :
Yoseph Tor Tulis




Manajer


Keorganisasian :
Sofwan Nickita, SE
Antar Badan :
Rachmat Priyadi, SE
Alih Status :
Dwi Sri Budiarti
Akunting :
Jaka Fachrudin, SE
Keuangan :
Entin Rustini
Personalia :
A. W. Iskandarsyah
Logistik :
Dadang Darmansyah
Perencanaan :
Patilatu
Media :
R. Sumaryadi
Lapangan :
Yong Masri